Pagi ini saya terbangun di kamar yang berbeda dan dalam susana yang berbeda, di desa Pejeng Kelod, Ubud Bali, di sebuah villa.
Ini adalah yang kesekian kalinya saya berada di Bali, secara khusus di Ubud (tempat favoritnya orang bule). Sering kali saya pergi tanpa selembarpun uang di dompet saya namun sungguh saya dipelihara dan diberkati.
Saya tidak menyangka Tuhan membawa saya sejauh ini, saya tidak pernah berpikir saya akan mengalami semua ini.
Beberapa waktu yang lalu, dalam perjalanan saya ke Malaysia, saat di bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, saya berjumpa seorang saudara yang menuju Makassar, saat itu saya hendak ke Bali sebelum ke Kuala Lumpur. Seperti hari ini Tuhan memberkati dan menyediakan semua yang saya perlu melalui anak-anak-Nya yang lain. Pertemuan saya dengan saudara tersebut mengingatkan saya bahwa Tuhan tidak pernah terlambat dan tidak pernah lalai memberkati dan menyertai anak-anakNya.