Minggu, 26 Juli 2015

Memenuhi Tujuan Hidup Bukan Memenuhi Kebutuhan

   

Palangka Raya, Minggu, 26 Juli 2015

     Orang tidak peduli apakah kita memenuhi tujuan hidup kita atau tidak, yang mereka pedulikan seberapa besar uang yang kita hasilkan setiap bulannya.
     Seabagai seorang mahasiswi semester akhir, saya mula memikirkan panggilan dan tujuan hidup dengan lebih serius. Saya mulai merasakan tuntutan dan tekanan yang mengharuskan saya untuk bekerja dan menghasilkan uang. Bukan hanya saya yang mengalami hal ini, beberapa temanpun mengaku kekuatiran mereka tentang masa depan dan nasib selanjutnya sebagai seorang sarjana muda.
      Saya, merenung, saya memang butuh pekerjaan dan penghasilan yang tetap untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, terlebih lagi, saya merasa bertanggung jawab terhadap orang tua yang selama ini telah menyekolahkan saya dengan susah payah dan dengan segenap hati. Saya mulai merasakan tekanan dan beban moral untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan saya. Apalgi keluarga dan beberapa pihak sudah mulai mendesak dan mempertanykan pilihan2 saya, bahkan ada yang mulai menyindir. Sekali lagi, semuanya berdasarkan tuntutan-tuntutan kebutuhan.
     Saya menyadari, saya tidak hidup berdasarkan apa kata orang dan bagaimana mereka memandang saya. Mungkin maksud mereka baik dengan memberi saran, nasihat, bahkan sindiran agar saya juga dapat menjadi seseorang yang "berhasil" di kemudian hari. Dan saya ada di dunia ini juga bukan untuk mengumpulkan harta duniawi. Tujuan saya di dunia ini bukan hanya lahir, bertumbuh dewasa, mendapatkan pendidikan yang layak, bekerja, menikah, punya anak, pensiun lalu menunggu waktu menghadap Sang Pencipta (mungkin beberapa orang memang terpanggil untuk itu dan saya sama sekali tdiak merendahkan pilihan hidup yang demikian, karena setiap orang terpanggil dengan tujuan hidupnya masing-masing). Namun alangkah lebih baiknya jika kita hidup untuk memenuhi panggilan tertinggi hidup kita, dan memenuhi tujuan penciptaan kita. Saya sadar betul bahwa yang terpenting bagi saya adalah memenuhi panggilan dan tujuan hidup, sesuatu yang membuat saya merasa hidup dan berarti, sekalipun saya tidak mendapatkan banyak uang untuk itu.
     Seperti yang pernah saya dengar dan yang saya suka gunakan sebaga ilustrasi. Sebuah Handphone (HP) diciptakan/dibuat untuk berkomunikasi yang dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang menarik dan canggih. Namun jika HP tersebut digunakan sebagai penyangga meja atau hanya sebagai pajangan. Apakah handphone tersebut memenuhi tujuan pembuatannya? Mungkin memang dapat digunakan sebagai penyangga meja, atau terlihat cantik/indah jika dipajang, namun itu bukanlah tujuan utama pembuatannya, HP tersebut tdak akan berfungsi/berguna secara maksimal. Demkian juga hidup kita, jika tidak memenuhi tujuan Allah menciptakan kita, maka sia-sialah hdiup ini, walaupun selama hidup tampaknya kita telah melakukan sesuatu yang baik dan berguna, namun itu bukanlah tujuan hidup kita yang sesungguhnya.
     Banyak orang yang menyesali hidupnya setelah ia menjadi tua dan sudah tidak mampu lagi berbuat apa-apa. seumur hidup mereka menyesal karena telah menyia-nyiakan hidupnya untuk menjalani suatu kehidupan yang sesungguhnya bukanlah tujuan mereka.
     Selagi masih muda dan masih memiliki banyak kesempatan, marilah kita berlomba-lomba untuk memenuhi destny hidup kita, melakukan perbuatan-perbuatan baik dapat memberi warna bagi dunai dan orang-orang yang ada di sekeliling kita. 

               "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." Efesus 2:10

     Jangan melakukan sesuatu hanya karena tuntutan-tuntutan keuangan dan kebutuhan-kebutuhan yang tampaknya mendesak, jangan melakukan sesuatu hanya karena apa kata orang, jangan melakukan sesuatu karena beban moral, jengan melakukan sesuatu karena orang banyak melakukannya. Tetapi lakukanlah sesuatu yang membuatmu merasa hidup, bergairah, passonate, sesuatu yang membuatmu bangun pagi dengan penuh pengharapan, sesuatu yang kamu suka lakukan sekalipun kamu tdiak mendapatkan banyak uang atau pujian karenanya. Dan yang terpenting, lakukan sesuatu yang kamu tahu itulah yang Tuhan mau dalam hidupmu, sesuatu yang besar, yang bukan hanya untuk kepentinganmu secara pribadi, sesuatu yang berdampak dan memberi arti bagi hidup orang lain. Untuk malakukannya, banyak harga yang harus kamu bayar, namun sepadan.

            "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Matius 6:33

     
Bangunlah hubungan pribadi dengan Tuhan, berdoa dengan sungguh-sungguh, cintai firman-Nya, taati kehendak-Nya dan Roh Kudus yang menuntun hidupmu, karena hanya dengan demikian kita dapat mengetahui dengan pasti apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan. Mari kita berjuang bersama dalam pertandingan ini dan mencapai tujuan tertinggi hidup kita, yaitu melayani Dia, Raja di atas segala raja.

Tuhan Yesus memberkati :)

    
     
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar