Minggu, 26 Juli 2015
Sudahkah Kamu Dipercayakan?
What hard is good.
Teringat perkataan seorang kakak rohani yang terkasih. “Kalau ada yang sulit, mengapa harus pilih yang mudah”. Prinsip ini sungguh berbeda jauh dari prinsip dunia yang selalu mencari kemudahan, kenyamananan, keuntungan dan jalan pintas.
Jika direnungkan, apa yang tampak mustahil sebenarnya dapat dilakukan, jika saja kita mau mengerti prinsip ini dan mau melakukannya, tentu saja dengan penyertaan dan pertolongan Tuhan.
Melewati proses, terpaan dan ujian-ujian, sesungguhnya membawa kita pada suatu pencapain yang baru, yang membawa kita untuk meraih sebuah kesuksesan, yang bersifat kokoh, tidak rapuh dan tidak dangkal.
Namun sayang sekali, banyak anak muda yang kehilangan jati dirinya, kehilangan pendirian hanya demi sebuah kemudahan dan jalan pintas yang sesungguhnya menuju kebinasaan!
Saya berani katakan bahwa orang yang memilih kemudahan dengan cara busuk, seperti menyogok misalnya, adalah orang yang kasihan. Dia telah ditipu mentah-mentah, bahkan tanpa disadari telah dibodohi terang-terangan. Anehnya, tetap merasa puas terhadap hal itu. Itulah kekalahan yang sesungguhnya, menyerah terhadap kedagingan.
Rasanya begitu memprihatinkan melihat banyak anak muda sekarang yang tidak pedulian, acuh tak acuh, yang dipikirkan hanya kesenangan dan keuntungan diri sendiri. Kerjaannya malas-malasan, kompromi, mengeluh, kerdil, tidak mau belajar, tidak mau berusaha, tidak mau mendengarkan, tidak mau melihat, tidak mau mencoba, tidak mau berubah dan gampang menyerah pada tantangan. Orang yang seperti itu tidak akan jadi apa-apa.
Bagi kita yang adalah anak-anak Tuhan, justru tantangan dan tanggung jawabnya jauh lebih besar. Kita dituntut lebih, apalagi dengan pengetahuan yang demikian banyak. Apakah kita akan bangkit dan menjadi dampak? Apakah Tuhan mau memakai kita dan mempercayakan rencana dan pekerjaannya kepada kita? Apakah Tuhan mau memakai orang yang malas? Apakah Tuhan mau memakai orang yang lamban, ogah-ogahan, yang kerjaannya hanya mengeluh? Apakah Tuhan akan mau memakai orang yang tidak mau belajar?
Tuhan mau memakai orang yang mau berjalan, bahkan berlari bersama-Nya. Orang yang mau ditempa dan diproses, orang yang mau bekerja keras dan tahan banting, orang yang mau belajar dari kesalahan, orang yang mau dikritik dan direndahkan, orang yang punya daya juang. Orang-orang seperti itulah yang dapat bergerak bersama-sama dengan Tuhan.
Seorang hamba Tuhan bernama Witness Lee, pernah mengatakan, orang yang dapat dipakai oleh Allah harus memiliki ketiga hal ini, yaitu:
1. Allah (takut akan Allah, pengenalan akan Allah dan hubungan pribadi dengan Tuhan)
2. Pendidikan (kapasitas dan pengetahuan)
3. Karakter (karakter, kepribadian yang semakin hari diperbaharui untuk menjadi serupa dengan Kristus)
Orang yang memiliki kapasitas besar cenderung akan diberikan kepercayaan besar, sebaliknya, orang yang memiliki kapasitas kecil akan menerima kepercayaan yang kecil (Matius 25:14:30).
Sayanganya, banyak kita yang selalu berpegang pada kasih karunia. Berharap Tuhan akan mengerti dan menerima setiap keadaan kita. Tuhan tidak akan memakai orang yang demikian. Jika dinasehati untuk berubah, malah membela diri dengan alasan Tuhan lebih suka memakai orang yang bodoh di mata dunia. Tapi pertanyaannya, apakah Tuhan mau pakai orang yang malas? Bukankah kita harus bekerja bersama-sama dengan Dia?
Bukan hanya Tuhan yang bekerja, tapi kita juga harus terlibat aktif (Roma 28:8).
Pembelaan diri di atas adalah gambaran dari kemalasan, malas berusaha, malas membaca, malas belajar, malas berubah. Mau jadi apa orang yang demikian. Selamanya akan tinggal dalam sikap hati yang mengasihani diri sendiri, berharapnya hanya pada kasih karunia dan pengertian Tuhan terhadap keadaan kita.
Pilihannya ada di tangan kita, apakah kita mau berubah, atau kita hanya begini-begini saja? Apa adanya?
Semua yang kutulis di atas adalah berdasarkan apa yang kudengar dan kulihat dari kakak-kakak rohani dan orang-orang yang telah mengalami proses dan kerja keras dalam hidupnya (Tentunya bersama Tuhan). Berdasarkan pengalaman pribadiku dan juga perenunganku. Kiranya Tuhan memampukan kita untuk bekerja bersama-sama dengan Dia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar